FASYA-Senin, (23/05/2022) LSO Sharia Law Community (SLC) bekerja sama dengan HMPS Hukum Pidana Islam (HPI) dan dikoordinatori oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Syariah menyelenggarakan Lomba Debat Hukum dengan tema “Telaah Payung Hukum Menuju Generasi Berintelektual Hukum”. Lomba Debat Hukum ini merupakan salah satu cabang perlombaan dalam serangkaian acara Pekan Prestasi Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta.
Lomba Debat Hukum Pekan Syariah dilaksanakan di Ruang Rapat Fakultas Syariah dengan diikuti oleh 12 Mahasiswa/I aktif Fakultas Syariah yang tergabung ke dalam 4 tim. Empat tim tersebut diberi nama Tim Imam Bonjol, Tim Pangeran Diponegoro, Tim Sultan Hasanuddin, dan Tim Jenderal Sudirman. Adapun mosi perdebatan dalam Lomba Debat Hukum Pekan Syariah 2022 adalah sebagai berikut:
1. Urgensi Sertifikasi Halal
2. Wajib Vaksin Booster untuk Memperoleh Jaminan Sosial
3. Penundaan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden 2024
4. Pengesahan Undang-Undang Ibu Kota Nusantara
5. Outsourcing pasca Undang-Undang Cipta Kerja
6. Rechtsvinding dengan Konstruksi Hukum.
Setelah dipukulnya gong sebagai pertanda resmi dibukanya Pekan Syariah oleh Aris Widodo, S.Ag., M.A. selaku Wakil Dekan III Fakultas Syariah, panitia Lomba Debat Hukum langsung memulai persiapan untuk pelaksanaan perlombaan Debat Hukum. Pada pukul 13.00 WIB, Lomba Debat Hukum resmi dimulai oleh Chair Person dan dilanjutkan dengan Babak Penyisihan dan Babak Final dengan menghadirkan Muhammad Julijanto, S.Ag., M.Ag., Naiful Falah, S.H., M.H., dan Nur Sholikin, S.H., M.H. sebagai Dewan Juri perlombaan.
Pada sesi I babak penyisihan, Tim Imam Bonjol bertindak sebagai Tim Pro dan Tim Pangeran Diponegoro sebagai Tim Kontra dengan mosi perdebatan “Outsourcing pasca Undang-Undang Cipta Kerja”. Selanjutnya pada sesi II babak penyisihan, Tim Pangeran Diponegoro yang bertindak sebagai Tim Pro bertemu dengan Tim Sultan Hasanudin sebagai Tim Kontra dalam mosi perdebatan “Rechtsvinding dengan Kontruksi Hukum”.
Dengan dilakukannya babak penyisihan, ditemui dua tim dengan poin tertinggi yang maju ke babak final. Dua tim yang berkesempatan untuk kembali beradu argumen tersebut adalah Tim Pangeran Diponegoro yang kemudian bertindak sebagai Tim Pro dan Tim Jenderal Sudirman yang bertindak sebagai Tim Kontra dengan mosi perdebatan “Vaksin Booster untuk Memperoleh Jaminan Sosial”.
Dalam pelaksanaan perlombaan, baik babak penyisihan ataupun babak final, situasi ruang perlombaan selalu memanas saat setelah disampaikannya opening statement yang kemudian dilanjutkan dengan sesi pembidangan sebelum akhirnya ditutup dengan sesi closing statement. Para peserta saling beradu argumen sesuai dengan posisinya terhadap mosi perdebatan. Mereka dengan percaya diri dan semangat menyampaikan argumentasinya. Namun tidak hanya saling beradu argumentasi, para peserta juga mendapatkan ilmu lebih dari tanggapan dan saran-saran yang diberikan oleh ketiga Dewan Juri.
Setelah dilakukannya babak final dan dilanjutkan dengan kalkulasi nilai oleh Dewan Juri dan Panitia yang bertugas, diketahuilah hasil akhir juara dalam perlombaan ini. Sesuai dengan ketentuan dalam Buku Panduan Lomba Debat Hukum Pekan Syariah 2022, maka pemenang Lomba Debat Hukum Pekan Syariah 2022 adalah sebagai berikut:
Juara 1: Tim Jenderal Sudirman dengan total 1.632 poin.
Juara 2: Tim Pangeran Diponegoro dengan total 1.590 poin.
Juara 3: Tim Sultan Hasanuddin dengan total 791 poin.
Dengan diselanggarakannya Lomba Debat Hukum dalam serangkaian Pekan Syariah ini, diharapkan dapat menjadi wadah bagi Mahasiswa/i Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta serta dapat menjadi media penyaring untuk delegasi lomba debat hukum nasional kedepannya. (inti Wangi/Ed/afz/SINPUH)
SK Dekan Fakultas Syariah Pedoman Pencetakan Buku Daras 2026
3 hari yang lalu - InformasiJadwal Pelaksanaan Seminar Proposal Artikel Bulan Juni Tahun 2026
3 hari yang lalu - InformasiJadwal Pelaksanaan Seminar Proposal Skripsi Bulan Juni Periode #2 Tahun 2026
3 hari yang lalu - Informasi