Loading...

Dosen Fakultas Syariah Sajikan Paper Pada Konferensi Internasional di Selangor

Diterbitkan pada 16 November 2023 11:25 WIB

Baca

FASYA-Pada hari Rabu, (15/11/2023) lalu, Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta Dr. Ismail Yahya, MA. bersama Muhammad Latif Fauzi, M.A., Ph.D dan Dr. Aris Widodo, M.A. mengikuti kegiatan 2nd International Conference on Syariah and Law (ICONSYAL) di Selangor Malaysia. Seminar internasional yang berlangsung sehari ini diselenggarakan oleh Universiti Islam Selangor (UIS) Malaysia bekerja sama dengan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei, Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta Indonesia, Policy and Economic Affairs Centre of Malaysia, Perbadanan Wakaf Selangor (PWS), dan Yayasan Pembangunan Ekonomi Islam Malaysia (YaPEIM). Melalui tema Towards Sustainable Solutions in Addressing the Global Rise in Cost of Living, seminar ini bertujuan mencari solusi bagi problem meningkatnya biaya hidup dan kebutuhan ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat. Selain itu seminar ini juga bertujuan memperkuat jejaring internasional dan sharing produk riset para akademisi di lembaga pendidikan tinggi. Sebagai salah satu penyaji kunci (keynote speech), pada kesempatan itu Dr. Ismail Yahya, M.A yang akrab disapa Ismail itu menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan seminar. Menurutnya seminar ini penting dan relevan terlebih pasca Covid-19 yang melanda dunia. “Konferensi ini menjadi penting di saat persoalan ekonomi dunia tidak sedang baik-baik saja. Konferensi ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan ekonomi dunia dewasa ini”, tegas Ismail. Ia juga berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut di masa datang. Pada kesempatan itu, Ismail menyajikan artikel berjudul“Overcoming the Rise of Cost of Living through the Availability of Access and Institutional Facilities: Role and Experience of Sharia Faculty, UIN Raden Mas Said Surakarta”. Melalui artikel tersebut ia di antaranya memaparkan bahwa tingginya biaya hidup pasca Covid-19 juga berdampak pada akses mahasiswa terhadap pendidikan. Imbasnya, tidak sedikit mahasiswa yang memilih cuti untuk sementara waktu. Pada konteks ini, lanjut Ismail. Fakultas Syariah telah mengupayakan beberapa skema untuk turut memberi solusi. Mulai dari kebijakan pemotongan biaya kuliah (UKT) bagi terdampak Covid hingga bantuan biaya studi melalui sejumlah lembaga yang berada di bawah naungan Fakultas. Lembaga dimaksud adalah Baitul Mal wat Tamwil (BMT), Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (LABZIS), dan Café Baca (Entrepreneurship). Selain skema tersebut, solusi lainnya juga dihadirkan dalam bentuk beasiswa (Bank Indonesia, BAZNAS, beasiswa prestasi dan lain-lain). Tidak berhenti di situ, melalui laboratorium dan lembaga yang dimiliki, Fakultas juga membekali kemandirian ekonomi dan keterampilan berwirausaha sebagai alternatif solusi, pungkas Ismail. (Penulis: SH)