FASYA-Bersama dengan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengadakan Kelompok Diskusi Terarah (Focus Group Discussion / FGD) pada Jumat, (02/03/2023). Agenda FGD ini yaitu “Masukan Publik dan Pemanfaatan Sistem Informasi Pusat Sumber Daya HAM Nasional (Pusdahamnas).” Bertempat di Aula Fakultas Syariah, acara ini dihadiri oleh 20 dosen lintas Fakultas di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta dan juga mahasiswa Fakultas Syariah, serta 8 orang dari perwakilan Komnas HAM termasuk Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM.
Dekan Fakultas Syariah, Dr. Ismail Yahya, M.A. dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Komisioner dan para anggotanya dari Pusdamhamnas Komnas HAM ke Fakultas Syariah. “Terima kasih Bapak Komisioner, Bapak Kabiro Dukungan Pemajuan HAM, para pengelola Pusdahamnas dan anggotanya yang memilih Fakultas Syariah untuk dilibatkan dalam menampung masukan-masukan terkait dengan Sistem Pusdahamnas,” ucapnya.
Ismail Yahya menyampaikan harapannya kepada para peserta FGD untuk berperan aktif menyampaikan ide, gagasan, usulan untuk kemajuan Sistem Pusdahamnas supaya Pusdahamnas ini mampu memberikan sumbangsih yang besar sebagai pusat data dan informasi terkait HAM kepada masyarakat luas.
[caption id="attachment_15945" align="alignnone" width="300"]
Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Saurlin P. Siagian [/caption]
Pemantik acara FGD, Saurlin P. Siagian yang juga merupakan Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM mengatakan, “Kami datang dari Komnas HAM ingin berbagi pikiran dan masukan terkait platform teknologi yang kami ciptakan tahun lalu. Dunia saat ini sedang dihantui oleh teror hoaks, oleh karena itu kami membuat platform teknologi yang benar dan baik juga menjadi ruang interaksi bagi masyarakat,” pungkas Saurlin.
Lebih lanjut, “Selain itu, informasi terkait HAM saat ini didominasi oleh media-media yang asal-usulnya tidak jelas, sehingga potensi informasi hoaks akan semakin besar. Salah satu ihtiar kami terkait pusat data ini yakni membawa ke Kota Solo untuk mencari masukan-masukan, salah satunya ya ke Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta.”
Saurlin berharap, ruang baru ini bisa disempurnakan. Beliau menyebutnya “sembari berjalan, ciptakan jalan.” “Kita punya mimpi besarnya, Pusdahamnas ini tidak hanya ruang data, tapi juga ruang interaksi bagi masyarakat Indonesia,” tuturnya lagi.
[caption id="attachment_15947" align="alignnone" width="300"]
Dr. Esrom Hamonangan P, SSi., MEE. Kepala Biro Dukungan Pemajuan HAM memberikan materi[/caption]
Sementara itu, Dr. Esrom Hamonangan P, SSi., MEE. Kepala Biro Dukungan Pemajuan HAM, selaku pemateri mengatakan, “Sejak Komnas HAM didirikan pada 7 Juni 1993, Komnas HAM telah memproduksi berbagai data dan dokumen HAM, yang telah menjadi rujukan atau referensi bagi penyelenggara negara dan masyarakat. Namun, pengelolaan data tersebut belum optimal, sehingga dibentuklah Pusdahamnas sebagai bentuk inovasi bagi Komnas HAM dalam pengelolaan data dan informasi untuk dapat memperluas dan mempercepat penyebarluasan wawasan HAM. Program ini masuk sebagai program prioritas nasional tahun 2022-2024,” ujar Esrom Hamonangan.
Esrom Hamonangan juga menyampaikan mengenai isi yang ada dalam Pusdahamnas, mulai konten dan fitur juga mengenai website Pusdahamnas yang ramah terhadap disabilitas. Pusdahamnas juga mempunyai target serta kerjasama dengan 8 lembaga seperti LPSK, KPAI, Komnas Perempuan dan lain-lain. “Setelah kurang lebih 2 Bulan sejak Pusdahamnas diluncurkan, tentu masih banyak hal-hal yang perlu diperbaiki dan juga ditambah. Melalui forum ini, saya berharap para hadirin untuk memberikan saran dan masukan sebagai bahan evaluasi pengayaan dan optimalisasi pemanfaatan Pusdahamnas dalam mendukung pengarustamaan HAM dalam lingkup tugas Akademisi dan Tri Darma Perguruan Tinggi,” tutup Esrom.
[caption id="attachment_15948" align="alignnone" width="300"]
Salah satu peserta FGD, Abdul Fattaah, M.H. memberikan pertanyaan dan masukan-masukan[/caption]
Dalam sesi diskusi, banyak sekali pertanyaan, masukan serta kritik untuk website Pusdahamnas. Mulai dari Sidik yang menanyakan perbedaan Website Komnas HAM dan Pusdahamnas. Kritik juga disampaikan oleh Muh. Latif Fauzi terkait kakunya website dan masih kelihatan website ber-plat merah. Sanjaya juga turut menyampaikan kritikannya terkait tampilan website yang berbeda ketika dibuka di laptop dan di gawai. Sanjaya juga memberikan masukan untuk dibuatkan aplikasi dan diunduh di Google Play Store supaya bisa terjangkau lebih luas.
Sementara itu, Ahmad Muhammad Musta’in Nasoha memberikan masukan untuk memperbanyak informasi-informasi terkait HAM. Masukan juga disampaikan oleh Abdullah Tri Wahyudi, Zaidah Nur Rosidah, Abdul Fattaah dan Arkin Haris. Umumnya berharap Pusdahamnas lebih banyak lagi serta membuat menu-menu supaya pengguna bisa lebih nyaman dalam mengakses Pusdahamnas.
[caption id="attachment_15946" align="alignnone" width="300"]
Sesi foto bersama antara narasumber dan peserta FGD[/caption]
Usai prosesi pemberian cendera mata baik dari Komnas HAM maupun Fakultas Syariah, dilanjutkan dengan foto bersama dan ditutup dengan menikmati hidangan Tengkleng khas Kota Bengawan. (Afz/Ed.HH/SINPUH)
SK Dekan Fakultas Syariah Pedoman Pencetakan Buku Daras 2026
3 hari yang lalu - InformasiJadwal Pelaksanaan Seminar Proposal Artikel Bulan Juni Tahun 2026
3 hari yang lalu - InformasiJadwal Pelaksanaan Seminar Proposal Skripsi Bulan Juni Periode #2 Tahun 2026
3 hari yang lalu - Informasi