Loading...

Mencari Jawaban Gen Z di Lembaran Kitab Klasik, FATAWA Gelar Turats Talk 2026

Diterbitkan pada 11 Juni 2026 09:27 WIB

Baca

FASYA – Kelompok Studi Mahasiswa Forum Mufti Mahasiswa Syariah (FATAWA) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional 2026 dengan tema “Turats Talk: Menemukan Jawaban Masalah Gen Z di Lembaran Kitab Klasik” pada Selasa, (2/06/2026) bertempat di Aula Fakultas setempat.

 

Seminar tersebut mendatangkan narasumber yang berkompeten dibidangnya yaitu, Sunan Baedowi, S.H.I., M.S.I. dan Gus Maulana Miftakhur Ridlo Al Arief. Diharapkan dengan menghadirkan kedua narasumber tersebut bisa menjadi ruang akademik bagi mahasiswa dan peserta untuk mendiskusikan relevansi khazanah keilmuan Islam klasik dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi generasi Z di era modern.

 

Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Muh. Nashirudin, S.Ag., M.A., M.Ag., dalam sambutannya, menegaskan pentingnya mengkaji dan mengembangkan khazanah keilmuan Islam agar tetap relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat kontemporer. Beliau juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan akademik yang diinisiasi mahasiswa sebagai sarana pengembangan intelektual dan karakter. Setelah menyampaikan sambutan, acara Seminar Nasional 2026 secara resmi dibuka dengan berharapan kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang luas bagi seluruh peserta.

 

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Dr. Fairuz Sabiq, M.S.I. Wakil Dekan III memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Beliau juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memperkuat tradisi literasi, dan aktif berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Islam di tengah masyarakat.

 

Ketua Panitia, Raihan Nurbasith, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya seminar nasional ini. Dalam Raihan juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kelompok Studi Mahasiswa Forum Mufti Mahasiswa Syariah (FATAWA) untuk menghadirkan ruang diskusi yang produktif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

 

Sedangkan Ketua Umum Kelompok Studi Mahasiswa Forum Mufti Mahasiswa Syariah (FATAWA), Achmad Zulfa Al Abid, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga tradisi intelektual Islam melalui kajian turats sebagai warisan keilmuan yang tetap relevan hingga saat ini. Ia berharap seminar ini dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan serta meningkatkan semangat belajar terhadap khazanah keilmuan Islam.

Materi pertama disampaikan oleh Sunan Baedowi, S.H.I., M.S.I. dengan tema “Turats Talk.” Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa turats merupakan warisan intelektual Islam yang diwariskan oleh para ulama terdahulu melalui berbagai karya keilmuan. Turats tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga menjadi sumber ilmu yang dapat terus dikaji dan dikembangkan untuk menjawab berbagai persoalan kehidupan masa kini.

 

Sunan Baedowi juga memperkenalkan berbagai bentuk karya dalam tradisi keilmuan Islam seperti matan, syarah, dan hasyiyah sebagai bagian dari perkembangan literatur Islam klasik serta pentingnya menjaga kesinambungan tradisi intelektual Islam.

 

Gus Maulana Miftakhur Ridlo Al Arief dengan tema “Menemukan Jawaban Masalah Gen Z di Lembaran Kitab Klasik.” Sebagai pemateri kedua dalam pemaparannya, menjelaskan bahwa pengambilan hukum Islam didasarkan pada empat sumber utama, yaitu Al-Quran, Hadis, Ijma' dan Qiyas. Gus Maulana juga mengaitkan metode tersebut dengan berbagai persoalan kontemporer yang dekat dengan kehidupan generasi muda, seperti cryptocurrency, transaksi digital, dan praktik muamalah yang berkembang di masyarakat.

 

Selain itu, Gus Maulana juga menjelaskan pentingnya memahami kaidah fikih, hadis, serta tradisi keilmuan Islam sebagai landasan dalam menjawab persoalan modern. Di akhir sesi, beliau menegaskan bahwa dakwah harus dilakukan dengan bijaksana dan disesuaikan dengan kondisi serta karakter masyarakat yang dihadapi agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

 

Seminar yang dimoderatori oleh Naufal Cahya Pangestu berlangsung dengan antusias dan interaktif. Dalam sesi tanya jawab berbagai pertanyaan diajukan terkait implementasi hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari, pentingnya sanad dalam menuntut ilmu di era digital, cara menumbuhkan minat terhadap turats, serta relevansi khazanah keilmuan Islam klasik dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi generasi Z. Para pemateri menegaskan bahwa turats tetap relevan sebagai sumber inspirasi dan solusi dalam menghadapi tantangan kehidupan modern dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.

 

Melalui Seminar Nasional 2026 ini, Kelompok Studi Mahasiswa Forum Mufti Mahasiswa Syariah (FATAWA) berharap dapat terus menjadi wadah pengembangan intelektual mahasiswa yang mampu menjembatani warisan keilmuan Islam klasik dengan realitas kehidupan modern. Seminar ini menjadi bukti bahwa turats tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi dan solusi yang relevan dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi generasi Z di era kontemporer. (Yeni Munawaroh-KSM FATWA/ Ed. smn)

 

 

Let’s join us!
Fakultas Unggul

_____

Find us:

 

#uinsurakarta
#fakultassyariahuinsurakarta
#fakultasunggul
#DariFASYAuntukBangsa
#ayoookuliahdifasyauinrmsaidsurakarta