Loading...

Musyawarah Wilayah FORSEMASHI Jateng-DIY 2025: Membentuk Legislator Muda yang Visioner & Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045

Diterbitkan pada 5 Juni 2025 10:49 WIB

Baca

FASYA-SEMA Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta telah berpartisipasi dalam kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Forum Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum se-Indonesia. Acara tersebut berlangsung selama dua hari, yaitu pada hari Jumat hingga Sabtu, (30-31/052025) bertempat di Gedung Pertemuan Hetero Space, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dalam kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta mengirimkan delegasi sebanyak tiga orang mahasiswa sebagai perwakilan. Delegasi tersebut terdiri dari Rosyidah Ayu Nurfathin yang menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Syariah, kemudian Ardhika Huda yang merupakan anggota CO Komisi I serta Rizqiana Ramadhani yang merupakan staf dari Komisi III. Kehadiran ketiga delegasi ini merupakan bentuk partisipasi aktif Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta dalam forum nasional mahasiswa syariah dan hukum, sekaligus sebagai sarana untuk menjalin komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antar senat mahasiswa se-Indonesia dalam upaya penguatan kelembagaan dan pengembangan kapasitas organisasi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri. Adapun yang menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) FORSEMASHI (Forum Senat Mahasiswa Syariah se-Indonesia) Jawa Tengah – DIY Tahun 2025 ini adalah UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto. Sebagai tuan rumah, UIN SAIZU dinilai berhasil menyambut para delegasi dengan sangat baik, mulai dari aspek pelayanan, akomodasi, hingga teknis pelaksanaan kegiatan. Mereka mampu memberikan kesan positif dan kenyamanan bagi seluruh peserta yang hadir dari berbagai perguruan tinggi Islam negeri lainnya di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Musyawarah Wilayah tahun ini mengusung tema besar yang relevan dan visioner, yakni “Membentuk Legislator Muda yang Visioner & Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema ini menggambarkan komitmen kuat dari para mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum untuk menyiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa yang tidak hanya memiliki wawasan kebangsaan dan keilmuan yang luas, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, keadilan, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab dalam menyongsong masa depan Indonesia yang gemilang. Kegiatan Muswil ini diikuti oleh delegasi mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang berasal dari wilayah Jawa Tengah dan DIY yaitu: 1. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2. UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, 3. UIN Salatiga, 4. UIN Walisongo Semarang, 5. UIN Raden Mas Said Surakarta, 6. IAIN Kudus, dan 7. UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto selaku tuan rumah. Inti utama dari rangkaian kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) FORSEMASHI Jateng–DIY tahun 2025 ini adalah pelaksanaan sidang musyawarah. Dalam sidang inilah para delegasi dari masing-masing kampus berkumpul untuk menyampaikan laporan kerja dari periode sebelumnya, menyusun berbagai rekomendasi penting, serta memperkuat struktur dan arah gerakan organisasi FORSEMASHI ke depan. Sidang berjalan cukup serius tapi tetap terbuka dan dinamis, penuh dengan diskusi antar delegasi yang mencerminkan semangat demokrasi. Semua peserta diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, usulan, maupun evaluasi, demi kemajuan bersama. Salah satu momen penting dalam sidang ini adalah pemilihan ketua baru FORSEMASHI Jateng–DIY periode 2025–2027. Setelah melalui proses pembahasan dan pertimbangan bersama, akhirnya seluruh delegasi sepakat untuk memilih Saudara Fahmi Nuril dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto sebagai Ketua FORSEMASHI yang baru. Pemilihan ini dilakukan secara musyawarah, yang artinya semua delegasi menyetujui pilihan melalui voting. Terpilihnya Fahmi menjadi bentuk kepercayaan bersama atas kemampuan, dedikasi, dan integritas yang ia miliki untuk memimpin organisasi ke arah yang lebih baik di periode mendatang. Para peserta berharap, di bawah kepemimpinannya, FORSEMASHI bisa terus berkembang, aktif, dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa syariah se-Jateng dan DIY. Kegiatan sidang sendiri berlangsung cukup panjang, bahkan hingga malam hari, yaitu sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah seluruh rangkaian acara hari itu selesai, para peserta lalu diantar ke tempat penginapan yang telah disiapkan panitia. Kami dari UIN Raden Mas Said Surakarta diinapkan di sebuah hotel yang berada di kawasan Baturaden, sebuah daerah wisata pegunungan yang sejuk dan nyaman di Kabupaten Banyumas. Memasuki hari kedua, kegiatan Musyawarah Wilayah FORSEMASHI Jateng–DIY 2025 ditutup dengan cara yang santai namun tetap berkesan. Setelah melewati rangkaian sidang dan diskusi yang cukup padat dan serius pada hari pertama, para peserta diajak mengikuti kegiatan field trip sebagai penutup acara. Tujuan field trip kali ini adalah Curug Juneng, salah satu destinasi wisata alam yang cukup populer di kawasan Baturaden, Purwokerto. Setibanya di Curug Juneng, para peserta langsung disambut dengan suasana alam yang sejuk dan menyegarkan. Udara pegunungan yang dingin, suara gemericik air terjun, dan hijaunya pepohonan di sekitar lokasi benar-benar memberikan efek relaksasi dan jadi sarana pelepas penat setelah dua hari penuh berkegiatan. Banyak peserta yang memanfaatkan momen ini untuk berjalan-jalan, berfoto, atau sekadar duduk menikmati pemandangan sambil ngobrol santai dengan teman-teman dari kampus lain. Setelah puas menikmati keindahan Curug Juneng, kegiatan dilanjutkan dengan wisata kuliner ke salah satu tempat makan legendaris di Purwokerto, yaitu Warung Bakso Sami Asih Pak Birin yang terletak di Jl. Pramuka No. 23, kawasan Sodagaran, Kabupaten Banyumas. Tempat makan ini bisa dibilang sebagai “kalcernya” Purwokerto – artinya, tempat ini sudah sangat dikenal dan jadi favorit banyak warga lokal maupun pendatang. Di Warung Bakso Sami Asih, peserta disuguhi beragam pilihan menu makanan yang menggugah selera. Meskipun yang paling terkenal adalah baksonya, warung ini juga menyediakan berbagai pilihan makanan lain yang tak kalah enak. Suasana makan bersama yang hangat dan santai ini menjadi momen yang menyenangkan, karena di situlah para peserta bisa saling mengenal lebih dekat, bercanda, dan mempererat keakraban setelah sebelumnya terlibat dalam diskusi-diskusi serius. Momen field trip dan wisata kuliner ini bukan hanya jadi penutup acara, tapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan emosional antar mahasiswa dari berbagai kampus. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan ini diharapkan bisa menjadi awal dari hubungan dan kolaborasi yang lebih kuat antar senat mahasiswa syariah se-Jateng dan DIY di masa depan. (SEMA F/Ed.AFz)