LSO Sharia Law Community Adakan Legal Class Education Bertajuk Perancangan Peraturan Perundang-Undangan dan Perancangan Kontrak

FASYA-Minggu, (21/08/2022) Departemen Legal Drafting Lembaga Semi Otonom (LSO) Sharia Law Community (SLC) mengadakan Legal Education Class SLC dengan mengusung tema “Perancangan Peraturan Perundang-Undangan dan Legal Contract”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui google meet mulai pukul 19.30 – 21.00 WIB dengan diikuti 40 peserta yang merupakan mahasiswa aktif Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta. Tujuan dari kegiatan ini ialah memperkenalkan Perancangan Peraturan Perundang-Undangan dan Perancangan Kontrak kepada mahasiswa Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta dan memahami teori-teori terkait perancangan peraturan perundang-undangan dan perancangan kontrak. Diharapkan mahasiswa lebih memahami dan kritis dalam pembentukan peraturan perundang-undangan dan perancangan kontrak.

Legal Class Education dimulai oleh moderator Chevri Marsanto yang merupakan staff Departemen Legal Drafting, kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Angga Prastyo, S.H., M.H. yang diawali dengan prinsip peraturan perundang-undangan, asas-asas dan tahapan penyusunan peraturan perundang-undangan, dilanjutkan dengan menjelaskan tentang arti penting perancangan kontrak, asas-asas, syarat sah kontrak, anatomi kontrak, dll.

Setelah pemateri selesai menyampaikan materi, moderator mengambil alih forum untuk diskusi interaktif yakni sesi diskusi tanyajawab dan tercatat ada 2 pertanyaan dari peserta. Salah satu pertanyaan yang diajukan ialah bagaimana jika tanda tangan yang ada di perjanjian kontrak berbeda dengan yang ada di KTP.

Menanggapi dari pertanyaan tersebut, Angga menyampaikan bahwa “Ada yang namanya pengakuan. Pengakuan sebagai alat bukti. Apabila tanda tangan yang ada di surat perjanjian kontrak berbeda dengan di KTP dan hakim mempertanyakan itu di pengadilan maka yang bertandatangan dapat menyampaikan pengakuan dan dapat bertanggung jawab bahwa tandatangan tersebut adalah asli,” jawabnya.

Setelah sesi tanyajawab, pemateri menyampaikan closing statement bahwa “Seorang pelaut ulung tidak pernah berlayar di lautan yang tidak ada badai dan hujan. Artinya bahwa seorang mahasiswa harus teguh, punya integritas, punya prinsip dan tujuan dalam meraih ilmu agar menjadi seorang yang sukses dan besar nantinya.” Di akhir sesi, Chevri selaku moderator menutup kegiatan Legal Education Class SLC dan dilakukan dokumentasi para peserta. (Avivah & Azanah/Ed.afz/SINPUH)

Bagikan

Berita Terkait