Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Syariah: Pelatihan Manajemen Keuangan Syariah Pada Keluarga Muslim Pasca Pandemi Covid-19

FASYA-Jumat, (05/06/2022) Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan acara Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pelatihan Manajemen Keuangan Syariah Pada Keluarga Muslim Pasca Pandemi Covid-19 (Pendampingan Pelatihan Majelis Ta’lim Se-Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta)”. Acara ini merupakan kegiatan PKM dosen Fakultas Syariah dengan tim yang terdiri dari Andi Cahyono, S.H.I., M.E.I (Ketua Tim PKM) Anwarudin, M.H.I dan Nur Sholikin, S.H., M.H sebagai anggota tim. Kegiatan ini melibatkan panitia lokal yang terdiri dari pengurus masjid Al-Maghfiroh, Sabrang Lor, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini sebagai bentuk sosialisasi untuk memberikan pemahaman terkait manajemen keuangan syariah pasca Covid-19. Kegiatan ini dikhususkan kepada Ibu-ibu majelis ta’lim di Masjid Al-Maghfiroh, Sabrang Lor, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Narasumber kegiatan ini adalah Hatta Syamsuddin, Lc., M.H.I. dan dimoderatori oleh Nuraini Irawati, S.Pd.

Ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Hatta Syamsuddin, diantaranya peran muslimah dalam keuangan keluarga yaitu sebagai motivator, auditor, manager dan investor. Adapun langkah dalam manajemen keluarga Islam yang perlu diperhatikan diantaranya: fungsi pencatatan dan perencanaan. Hal ini sangat penting karena dengan mencatat dan direncanakan kita dapat mengetahui kondisi update keuangan kita sehingga dapat menentukan skala prioritas untuk mengambil keputusan. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah rasio kesehatan keuangan keluarga yang meliputi rasio likuiditas (dana tabungan yang cukup), rasio tabungan (mempunyai 10 persen dari penghasilan), rasio hutang (maksimal 50 persen dari total aset) serta rasio angsuran (maksimal 30 persen dari penghasilan).

Hatta juga menyampaikan mengenai pentingnya manajemen penghasilan. Untuk meningkatkan produktifitas ada beberapa tips yang harus dilakukan diantaranya bekerja sesuai keahlian, bekerja dengan waktu lebih awal serta bekerja lebih keras dan semangat. Selain itu bagi seorang produsen harus berjuang untuk meningkatkan pasar/segmen, meningkatkan quality services serta meningkatkan kreatifitas.

Manajemen Pengeluaran dapat dilakukan dengan mengatur prioritas kebutuhan. Mendahulukan kebutuhan primer (dharuruyat), baru kebutuhan sekunder (hajiyyat) dan kebutuhan pelengkap (tahsiniyyat). Dalam membelanjakan uang, kita harus memprioritaskan terlebih dahulu hak Allah, kemudian hak pihak ketiga, hak masa depan serta hak pribadi sekarang. Adapun Prosentasenya 10 % untuk dana kebaikan, 20% untuk dana darurat, investasi dan asuransi, 30% untuk cicilan produktif dan 40% untuk kebutuhan hidup.

Dalam mengatur prioritas keuangan dalam belanja, Hatta juga memberikan beberapa tips, diantaranya: terlebih dahulu membuat catatan daftar belanja, bedakan kebutuhan dan keinginan, fokus dan jangan mudah tertarik penawaran, lakukan perbandingan harga barang serta belanja berdasarkan fungsi bukan gengsi.
Hatta Syamsuddin tak lupa juga menyampaikan permasalahan terkait utang piutang. “Tidak berhutang dengan skema ribawi, menghindari berhutang kecuali sangat mendesak, berhutang boleh saja untuk kegiatan produktif atau pembelian asset yang berkembang nilainya serta selalu mengevaluasi hutang dan mempercepat pelunasan jika memungkinkan,” tegasnya. Selain itu dana cadangan juga sangat diperlukan. Islam mengajarkan untuk kita selalu mempersiapkan dana darurat serta saat kondisi sulit. Ada beberapa kaidah untuk dana darurat ini yaitu dialokasikan khusus, tidak diganggu gugat, mudah dicairkan serta bisa diinvestasikan dalam bentuk asuransi. Dalam Manajemen investasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu harus sesuai dengan syariah, memahami jenis investasi, jangka waktu yang jelas, mempunyai ijin dan legalitas serta mengetahui keuntungan dan resiko. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Acara ditutup oleh Nur Sholikin, S.H., M.H selaku pembawa acara dan dilanjutkan sesi foto bersama (Nur Sholikin/Ed.afz/SINPUH)

Bagikan

Berita Terkait