Stunning! Mengawali Prestasi Di Awal Tahun 2022, Riyan Afiafara Mahasiswa Hukum Pidana Islam Raih Juara 2 Lomba Essay Tingkat Nasional

FASYA-Senin, (10/01/2022), Riyan Afiafara mahasiswa prodi Hukum Pidana Islam berhasil meraih JUARA 2 Lomba Essay Tingkat Nasional. Lomba ini merupakan serangkaian acara yang diadakan oleh DEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Ilmu Al-Qur’an An-Nur Yogyakarta.

Perlombaan ini diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa mahasiswi dan peserta umum di seluruh Indonesia. Pada serangkaian acara ‘Ekonomi Creative’ ini ada beberapa cabang lomba yang dipertandingkan yakni pidato ekonomi, debat ekonomi, syariah hadist ekonomi, dan essay. Tema dalam perlombaan event ini adalah “Building Creative Economic Opportunities in Diversity”.

Lomba ini diadakan untuk memberikan edukasi kepada peserta tentang peningkatan pemahaman mengenai kreativitas generasi millenial di zaman digitalisasi seperti sekarang ini dalam peran pengembangan ekonomi kreatif. Tentunya mengarahkan generasi millenial Indonesia untuk mampu menciptakan peluang inovasi, mengurangi tingkat pengangguran atau kemiskinan, serta dapat memajukan perekonomian bangsa.

“Ekspektasi di luar dugaan, bisa membawa nama UIN Raden Mas Said menyabet juara kedua di tingkat nasional dalam perlombaan cabang essay. Pada perlombaan economy creative ini niat awal saya hanya mengisi kekosongan dalam kesenggangan waktu liburan semester ganjil, sembari melakukan kegiatan organisasi yang lain kemudian mencari kesempatan untuk bisa berpartisipasi di sebuah event perlombaan, salah satunya yang diadakan DEMA FEBI IIQ An-Nur Yogyakarta ini,” ujar Riyan Afiafara.

Asal muasal judul essay yang dibuat dan diperlombakan dalam event ini adalah mengangkat dari sebuah kultur yang beragam di Indonesia yang membuat Riyan me-notice untuk dijadikan point in subject dalam judulnya, yakni “Inspirasi Inovasi Industri Kreatif Melalui Implementasi Keragaman Budaya Indonesia”. Hingga akhirnya pada saat pengumuman kejuaraan, judul tersebut mengantarkan mahasiswa Hukum Pidana Islam ini menyabet juara kedua dari beberapa puluh peserta yang telah mendaftar.

“So exited! Sangat tidak menyangka bahwa bisa meraih penghargaan yang luar biasa di awal tahun 2022, sangat sadar bahwa lawan dalam perlombaan ini tidaklah mudah untuk dikalahkan yakni universitas yang berkelas. Beberapa kriteria dicantumkan dalam lomba essay kali ini, dan saya masih belum mempunyai banyak ilmu mengenai tema ini, buku dan beberapa literasi yang memperkuat argumen saya dalam event kali ini,” terangnya.

Riyan merasa bahwa ini merupakan the start of his achivements in 2022, dan ke depannya ia bisa mengembangkan lagi skill yang tekah dimiliki. Lebih lebih dapat bermanfaat untuk orang lain, Riyan juga berharap teman-teman nya dapat menyusul dirinya untuk sama-sama menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun mancanegara.

Riyan juga mengatakan, “segala hal yang berhubungan dengan ‘mempertahankan’ merupakan sesuatu yang susah dibandingkan dengan suatu hal yang berhubungan dengan ‘mencoba’, karena effort untuk meraih sesuatu harus melewati proses yang sangat panjang tentunya sabar dan bangkit dari kegagalan adalah sebuah keharusan. Kejuaraan hanyalah bonus belaka tapi proses dan pengalaman dibalik itu adalah hal yang luar biasa dan tidak dapat dirasakan oleh banyak orang” ujarnya.

Ia sangat berterimakasih dan bersyukur kepada Allah SWT, Orang Tua, dan kerabat terdekatnya karena masih diberi kesempatan untuk bisa memanfaatkan nikmat sehat yang telah diberikan dan mampu mengembangkan dan mengolah serta memberikan hasil yang terbaik untuk UIN Raden Mas Said Surakarta.

“Di balik kegagalan ada pelajaran yang pasti akan memberi petunjuk untuk langkah selanjutnya. Habiskan jatah kegagalan selama masih muda. Nanti kita petik bertubi-tubi keberhasilan beruntun,” pungkasnya. (Riyan/Ed. Arkin Haris, M.Hum)

Bagikan

Berita Terkait