Talkshow Keprofesian: Sambut Bonus Demografi Dengan Penuh Ketekunan dan Optimisme

FASYA-Senin (19/10/2020), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga Islam mengadakan acara Talkshow Keprofesian yang bertajuk “Dinamika Parameter, Peluang dan Tantangan Profesi Hukum Keluarga Islam dalam Rangka Menyambut Bonus Demografi”. Tema ini sangat cocok bagi mahasiswa HKI yang masih bingung profesi apa yang dibutuhkan bagi lulusannya.


Dekan Fakultas Syariah, Dr. Ismail Yahya, S.Ag., MA. menuturkan dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara, bahwa “Tema talkshow kali ini sangat bagus untuk mengedukasi para mahasiswa HKI perihal prospek kerja di masa depan.” Dalam masa pandemi ini, beliau juga tidak pernah lupa untuk mengingatkan pada peserta tentang pentingnya mentaaati protokol kesehatan.

‘Terima kasih kepada HMPS HKI yang telah menyelenggarakan acara-acara yang penting dan dibutuhkan oleh mahasiswa HKI, salah satunya adalah talk show kali ini,” tambah Kaprodi HKI, Zumar Aminuddin S.Ag., M.H. dalam sambutannya.


Sambutan berikutnya oleh ketua HMPS HKI, Roudhotul Jannah beserta Muhamad Nur Rofiq selaku ketua panitia, mengucapkan banyak terimakasih kepada peserta yang telah berpartisipasi dalam talkshow kali ini. Meskipun di masa pandemi, antusiasme peserta tidak berubah.

Dalam mengupas tema talkshow kali ini, HMPS HKI menghadirkan dua narasumber, yaitu Sutikno, S.Ag., M.H. Hakim Pengadilan Agama Sukoharjo dan Sulhani Dermawan, M.Ag. dosen Hukum Keluarga Islam. Pastilah timbul pertanyaan dari peserta tentang apa saja profesi yang bisa kita dapatkan saat lulus sebagai Sarjana Hukum.


Sutikno memaparkan mulai dari apa itu puncak bonus demografi. Beliau juga menuturkan bahwa, “Puncak bonus demografi sangatlah penting bagi kita di usia belasan tahun, misalkan usia kita 15 tahun maka puncaknya pada umur 30 tahun,” terang Sutikno.

“Kalau kita menyia-nyiakan tahun-tahun puncak demografi dengan manusia-manusia bodoh, lemah, pengeluh sudah pastinya kita akan tertinggal.” Sebagai Hakim Pengadilan Agama, Sutikno juga tak lupa untuk mengupas satu persatu prospek kerja Hukum Keluarga Islam, dan kiat-kiat untuk menjadi Hakim seperti Beliau.

Sementara Sulhani Hermawan hadir sebagai pelengkap sekaligus berbicara profesi Hukum Keluarga Islam dari sudut pandangan yang berbeda. Sebagai akademisi, ia menjelaskan bahwa lulusan Fakultas Syariah bisa menjadi apa saja, tidak melulu hakim, advokat, dan lainnya, tetapi bisa saja menjadi guru, pejabat agama negara, pimpinan masyarakat, dan masih banyak lagi. Semua itu membutuhkan lulusan Fakultas Syariah.


Kedua narasumber berhasil mengupas tema dengan begitu matang dan tampaknya peserta talkshow kali ini sangat mengikuti alur pembicaraan kedua narasumber.

Dalam statemen penutupnya, Sulhani Hermawan berkata, “apa yang kita lalui hari ini, detik ini maka itu adalah langkah menuju masa depan.” Semoga apa yang kita dapatkan hari ini menjadi berkah untuk keesokan harinya. Aamiin. (Fatkhi/HMPS HKI/Ed.afz)

Bagikan

Berita Terkait