Terus Kembangkan Potensi, LSO SLC Kembali Kirimkan Delegasi Lomba Debat Hukum Nasional

FASYA-Tim delegasi Lembaga Semi Otonom (LSO) Sharia Law Community (SLC) mengikuti Live Zoom untuk babak semi final dalam Lomba Debat Hukum Nasional “Fasya Fest” yang diadakan oleh Fakultas Syariah IAIN Ponorogo. Lomba Debat Hukum ini dilakukan secara blended, daring dan luring.

Serangkaian acara dalam lomba ini diawali dengan pengumpulan berkas pendaftaran dan artikel ilmiah dengan analisis terhadap mosi “Kompetensi Pengadilan Negeri Memberi Izin Nikah Beda Agama”. Setelah babak penyisihan dengan artikel ilmiah tersebut, tim delegasi SLC yang beranggoatakn Lusyana Salsabila, Rahma Fitria Putri Maghrebi, dan Elda Windy Nur Rahmah, lolos ke babak semi final. Selanjutnya guna mempersiapkan ke babak semi final, tim delegasi SLC melakukan penyusunan mosi dan berlatih secara daring bersama Ghofir Surya Pranata yang merupakan demisioner debat hukum LSO SLC.

Pada Senin 18/07/2022, bertempat di Ruang F.224 Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, tim delegasi SLC mengikuti serangkaian babak semi final yang dilakukan secara langsung menggunakan platform aplikasi Zoom. Serangkaian persiapan dan proses babak semi final dilakukan secara suportif dengan kerja sama antara tim delegasi dengan Pengurus LSO SLC 2022.

Dengan persiapan yang kurang dan waktu yang tidak banyak, serta adanya beberapa kendala perangkat untuk Live Zoom, proses babak semi final tidak berjalan dengan baik. Namun dengan semangat dan kerjasama tim yang luar biasa, babak semi final dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin.

Proses tentunya tidak akan mengkhianati hasil. Ketiga anggota SLC yang menjadi tim delegasi adalah para peraih juara dalam event Lomba Debat Hukum Pekan Syariah 2022 Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta. Mereka terus berproses, berproges, dan mengembangkan potensi mereka. Hasil menang atau kalah adalah ada dan konsekuensi dalam setiap pertandingan, namun semangat dan niat untuk mengembangkan diri merupakan hal yang sangat patut untuk diapresiasi. Don’t give up when you still have something to give, nothing is really over until the moment you stop nothing. (Inti Wangi Fahmiati/Ed.afz/SINPUH)

Bagikan

Berita Terkait