Loading...

Dekan Fakultas Syariah UIN Surakarta Launching PUKAD-AK, Tegaskan Komitmen Kampus Islam Sebagai Garda Terdepan Anti-Korupsi Dan Demokrasi

Diterbitkan pada 27 Oktober 2025 11:00 WIB

Baca


FASYA-
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menegaskan jati dirinya sebagai kampus berintegritas dan berkomitmen moral terhadap bangsa melalui peluncuran Pusat Kajian Demokrasi dan Anti-Korupsi (PUKAD-AK). Inisiatif yang digagas oleh Fakultas Syariah ini dilaksanakan bersamaan dengan Seminar Nasional Mahasiswa bertema “Dari Kampus untuk Negeri: Peran Strategis Mahasiswa dalam Membangun Ekosistem Anti-Korupsi” di Aula SBSN Lantai 1, Senin (27/10/2025).

Kegiatan bersejarah yang dihadiri lebih dari 340 peserta ini merupakan hasil kolaborasi antara UIN Raden Mas Said Surakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat. Momen tersebut menjadi tonggak penting yang meneguhkan posisi UIN Surakarta sebagai poros utama gerakan akademik dalam pemberantasan korupsi dan penguatan demokrasi nasional.

Dalam sesi utama, Dion Hardika Sumarto, S.Hum., S.H., M.H., Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Madya KPK RI, menekankan bahwa perlawanan terhadap korupsi tidak bisa hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi harus diiringi oleh perubahan pola pikir dan budaya integritas di lingkungan pendidikan.

“Mahasiswa adalah moral guardian bangsa. Revolusi integritas harus dimulai dari ruang kuliah, dari kampus, dan dari diri mahasiswa sendiri,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah progresif UIN Surakarta yang menggandeng KPK RI sebagai mitra strategis dalam membangun budaya antikorupsi berbasis akademik.
Ketua PUKAD-AK, Ahmad Muhammad Mustain Nasoha, M.H., M.A., menjelaskan bahwa lembaga ini akan menjadi pusat riset, edukasi, dan advokasi nilai-nilai demokrasi serta anti-korupsi dengan fondasi pada prinsip Islam dan ilmu pengetahuan modern.

“PUKAD-AK dirancang sebagai academic and policy advocacy center yang berorientasi pada penguatan tata kelola pemerintahan yang transparent, accountable, and just (transparan, akuntabel, dan berkeadilan). Demokrasi dan pemberantasan korupsi bukan hanya isu politik, tetapi mandat hukum, moral, dan spiritual. Nilai amanah, kejujuran, dan keadilan adalah dasar dari clean government dan prinsip rechtsstaat sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (3) UUD 1945,” jelasnya.

PUKAD-AK juga membuka diri terhadap kolaborasi lintas fakultas dan lembaga, baik dengan instansi pemerintah, ormas, maupun masyarakat sipil, untuk memperluas dampak dan manfaat gerakannya.
Pembina PUKAD-AK, Prof. Dr. Muhammad Latif Fauzi, S.H., M.S.I., M.A., Ph.D., menegaskan bahwa lembaga ini harus menjadi pusat produksi pengetahuan dan inovasi kebijakan publik, bukan sekadar penyelenggara kegiatan seremonial.

“PUKAD-AK harus menjadi center of knowledge production yang melahirkan penelitian strategis dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Dekan Fakultas Syariah sekaligus sebagai Dewan Pembina, Prof. Dr. Muh. Nashirudin, S.Ag., M.A., M.Ag., menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras tim perintis yang telah mengantarkan Fakultas Syariah melahirkan lembaga strategis ini. Dalam sambutannya pada prosesi launching PUKAD-AK, beliau menegaskan bahwa pendirian pusat kajian ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan ikhtiar akademik dan moral yang memiliki nilai historis bagi perjalanan UIN Raden Mas Said Surakarta.

“Peluncuran PUKAD-AK hari ini menandai babak baru bagi Fakultas Syariah dan UIN Surakarta. Kita tidak hanya berbicara tentang hukum dan demokrasi dalam tataran teori, tetapi menjadikannya gerakan moral dan intelektual. Mahasiswa kita harus memahami hukum dengan hati, menegakkan demokrasi dengan nurani, dan menjauhi korupsi dengan kesadaran iman,” ujar Prof. Nashirudin di tengah tepuk tangan peserta.

Beliau menambahkan bahwa PUKAD-AK akan menjadi pilar baru bagi kampus integritas, berperan sebagai penggerak academic reform di bidang hukum, etika publik, dan tata kelola pemerintahan.
“Inilah identitas sejati kampus Islam — kampus yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi melahirkan insan berakhlak. Ada ilmu, ada moral, dan ada ruh di setiap langkahnya,” lanjutnya.

Sebagai puncak acara, Prof. Nashirudin bersama Rektor dan jajaran pimpinan universitas secara simbolis menekan tombol digital dan menandatangani prasasti Launching PUKAD-AK. Tepuk tangan meriah mengiringi momentum tersebut, menandai lahirnya pusat kajian baru yang diharapkan menjadi mercusuar riset, advokasi, dan gerakan moral antikorupsi di lingkungan UIN Surakarta dan dunia akademik nasional.

Setelah dilaunching, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh Ahmad Dzaky Mubarok, CPS, alumni Program SINTESIS KPK 2025. Para peserta diajak menggali peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang menolak segala bentuk korupsi, mulai dari perilaku kecil seperti plagiarisme dan penyalahgunaan waktu, hingga kesadaran menjaga amanah publik.

“Kita tidak bisa menunggu generasi lain. Gerakan ini harus dimulai dari diri kita sendiri dari ruang kuliah, dari organisasi, dari tugas kecil yang kita jalankan dengan jujur,” seru Dzaky disambut tepuk tangan para peserta.

Acara ditutup dengan doa bersama dan penandatanganan prasasti launching PUKAD-AK oleh Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai simbol komitmen kelembagaan dalam menegakkan integritas, demokrasi, dan keadilan sosial.

Momentum ini menjadi penanda lahirnya era baru bagi UIN Surakarta sebuah kampus yang tidak hanya mencetak intelektual, tetapi juga penjaga moral bangsa.

Dengan berdirinya PUKAD-AK, UIN Surakarta resmi menegaskan diri sebagai Kampus Garda Terdepan dalam Perang Melawan Korupsi dan Penegakan Demokrasi, sekaligus menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain untuk menapaki jalan yang sama: menjadikan ilmu, iman, dan integritas sebagai kekuatan perubahan bangsa. (Mustain Nasoha)