Loading...

Fakultas Syariah Gelar Panel Pendampingan, Dorong Mahasiswa Hasilkan Karya Ilmiah Berkualitas dan Berintegritas

Diterbitkan pada 28 Oktober 2025 09:56 WIB

Baca

FASYA – Dalam upaya meningkatkan kualitas penulisan akademik dikalangan mahasiswa, Fakultas Syariah menyelenggarakan Pendampingan Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa. Acara berlangsung di Aula Fakultas Syariah pada pukul 08.00 – 12.00 WIB pada Senin (27/10/2025), dengan mengusung tema “Membangun Generasi Akademisi yang Kritis, Kreatif, dan Berintegritas Melalui Karya Tulis Ilmiah Berkualitas”.

Acara ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Dr. Bayu Tri Cahya, SE. MSi., dosen UIN Sunan Kudus dan Suryanto, M.А., dosen UIN Salatiga, serta dipandu oleh Diyaurrahman, M.H., selaku moderator. Peserta yang hadir sebanyak 50 orang mahasiswa Fakultas Syariah Prodi HES, HKI, dan HPI semester 5 ke atas.

Narasumber pertama, Dr. Bayu Tri Cahya, SE. M.Si., memfokuskan materinya pada kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam karya ilmiah. Ia menyoroti bahwa kesalahan fatal sering ditemukan pada bagian pembahasan atau analisis. “Mahasiswa cenderung hanya menyajikan data tanpa mengaitkannya kembali (gap analisis lemah),” ungkap Dr. Bayu.

Dosen UIN Sunan Kudus tersebut juga mengingatkan agar judul tidak menjiplak penelitian sebelumnya dan pentingnya menjaga kesinambungan antar paragraf.

Sementara itu, Suryanto, M.А. sebagai narasumber kedua, mengulas sisi teknis dan etika karya ilmiah. Suryanto menegaskan bahwa masalah teknis dan etika sering menjadi penyebab utama ditolaknya sebuah karya ilmiah. “Integritas akademik menuntut kejujuran atau objektifitas dalam pengumpulan data serta menghindari fabrikasi dan falsifikasi,” jelas Suryanto.

Suryanto juga menekankan pentingnya kemampuan parafrase mendalam, yakni menulis ulang ide orang lain menggunakan gaya bahasa sendiri tanpa mengubah makna aslinya.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif. Menanggapi pertanyaan mahasiswa mengenai cara menyusun latar belakang tanpa bergantung pada AI, Dr. Bayu Tri Cahya menyarankan untuk memperbanyak membaca dan sumber referensi.

“Ketika membuat 1 kalimat, buatlah dari minimal 4 referensi dengan gaya Bahasa kita bukan copy paste,” ujar Dr. Bayu.

Menjawab pertanyaan lain mengenai sitasi artikel yang belum terbit, Suryanto, M.А., menjelaskan bahwa teknis mengutip yang tepat adalah pada artikel yang sudah terpublikasi.

Kegiatan ini ditutup dengan kesimpulan bahwa karya ilmiah berkualitas terwujud ketika mahasiswa tidak hanya menguasai teknis penulisan, tetapi juga mampu menghindari kesalahan-kesalahan. Mahasiswa diingatkan untuk selalu memperhatikan etika, kaidah pengutipan, menghindari plagiasi, dan bersikap objektif dalam penelitian. (Asiah Wati/ Ed. smn)

 

Let’s join us!
Fakultas Unggul

_____

Find us:

 

#uinsurakarta
#fakultassyariahuinsurakarta
#fakultasunggul
#DariFASYAuntukBangsa
#ayoookuliahdifasyauinrmsaidsurakarta