FASYA - Forum Dekan (Fordek) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) se-Indonesia sukses digelar di Ambon, Maluku, pada Senin-Rabu (27-29/04/2026). Kegiatan ini mempertemukan para dekan FSH dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia untuk membahas isu-isu strategis hukum, perempuan, dan pendidikan.
Kegiatan ini diawali sambutan Dr. Abidin Wakano., M.Ag., Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib (AM) Sangaji Ambon. Dalam sambutannya, rektor menyampaikan terima kasih atas kepercayaan menjadikan kampusnya sebagai tuan rumah. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku, serta peran para dekan yang turut menyukseskan kegiatan ini.

Menurut rektor, forum ini sangat strategis. Salah satu isu penting yang dibahas adalah posisi perempuan dalam perspektif hukum. Ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam masyarakat. Ia juga menyoroti tantangan perempuan seperti budaya patriarki dan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Karenanya, kajian hukum terkait perempuan dinilai semakin penting dan relevan.
Rektor juga mengingatkan peran historis Maluku, termasuk tokoh A.M. Sangaji yang dikenal sebagai tokoh gerakan kebangsaan. Ia menegaskan bahwa Ambon dan Maluku memiliki kontribusi besar dalam menopang kedaulatan Indonesia.
Sementara itu, Ketua Fordek Fakultas Syariah dan Hukum, Prof. Dr. Muhammad Maksum, S.H., M.A., MDC menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat panitia. Ia menegaskan bahwa Ambon layak disebut sebagai kota damai dan harmonis.
Ia juga menjelaskan posisi Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) sebagai ruang integrasi antara ilmu syariah dan ilmu hukum modern. Di dalamnya berkembang berbagai program studi seperti Hukum Keluarga Islam (HKI), Hukum Ekonomi Syariah (HES), serta ilmu hukum secara umum.

Dalam forum ini, beberapa agenda penting dibahas. Di antaranya penataan nomenklatur program studi, termasuk pengembangan prodi vokasi berbasis keahlian. Selain itu, dibahas pula program magang mahasiswa di pengadilan di seluruh Indonesia selama satu semester dengan bobot setara 20 SKS. Isu lain yang menarik adalah pengembangan kurikulum berbasis “cinta” dalam perspektif syariah dan hukum, sebagai pendekatan baru dalam pendidikan hukum Islam.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, S.Sos., pada sambutannya menyampaikan bahwa Maluku dengan jumlah penduduk sekitar dua juta jiwa memiliki komposisi Muslim dan non-Muslim yang relatif seimbang.
Menurutnya, kondisi ini menuntut upaya serius dalam menjaga harmoni sosial. Ia menilai kegiatan forum ini sangat relevan dalam memperkuat nilai-nilai tersebut melalui pendekatan hukum dan pendidikan.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya khas Maluku, yakni tari Cakalele, serta pengumuman pemenang lomba artikel ilmiah yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah.
Forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengembangan Fakultas Syariah di Indonesia, sekaligus memperkuat peran hukum Islam dalam menjawab tantangan zaman.

Turut hadir dalam kegiatan ini Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta), Prof. Dr. Muh. Nashiruddin, S.Ag., MA., M.Ag. Ia berperan aktif sebagai Sekretaris Forum Dekan dan memandu beberapa agenda diskusi serta pleno. Hadir pula Wakil Dekan I dan Wakil Dekan II Fakultas Syariah UIN Surakarta, Dr. Sidik., M.Ag dan Dr. H. Masrukhin, M.H. Keduanya menjadi peserta aktif dan sekaligus menyampaikan guest lecture pada mahasiswa di sela kegiatan. (SH)
Let’s join us!
Fakultas Unggul
_____
Find us:
#uinsurakarta
#fakultassyariahuinsurakarta
#fakultasunggul
#DariFASYAuntukBangsa
#ayoookuliahdifasyauinrmsaidsurakarta
SK Dekan Fakultas Syariah Pedoman Pencetakan Buku Daras 2026
2 hari yang lalu - InformasiJadwal Pelaksanaan Seminar Proposal Artikel Bulan Juni Tahun 2026
2 hari yang lalu - InformasiJadwal Pelaksanaan Seminar Proposal Skripsi Bulan Juni Periode #2 Tahun 2026
2 hari yang lalu - Informasi