Loading...

Hari Santri, Fakultas Syariah UIN Surakarta Siapkan Mahasiswa Menjadi Wirausahawan Muda yang Melek Hukum

Diterbitkan pada 24 Oktober 2025 10:44 WIB

Baca

FASYA-Rabu, (22/10/2025) Fakultas Syariah (FASYA) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar seminar bertajuk “Legalpreneurship for Gen Z: Membangun Bisnis dengan Kesadaran Hukum”. Acara ini merupakan kolaborasi Fasya dengan enam Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) yaitu LIRIK, SLC, BAFAS, FATAWA, T2Q, dan Shariah Preneur, dan berlangsung di Aula Fakultas Syariah bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional. Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. Fairuz Sabiq M.S.I, yang menekankan pentingnya seminar sebagai sarana pengenalan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan KSM Fakultas Syariah, khususnya kepada mahasiswa baru program studi Hukum Bisnis. Ketua pelaksana, Fauzia Ulirrahmi, S.Sy., M.H., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang datang dari berbagai Ormawa dan lintas jurusan.


Pemaparan Materi Seminar oleh Narasumber

Fery Dona, S.H., M.Hum., membuka sesi dengan topik “Aspek Hukum dalam Bisnis.” Ia menggarisbawahi pentingnya Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai aspek yang paling sering menimbulkan sengketa, mencontohkan kasus seperti Geprek Bensu. “Pelaku usaha harus memahami dasar hukum agar dapat melindungi bisnisnya secara menyeluruh,” tegasnya.

Materi kedua disampaikan oleh Solikul Isnaini dengan tema “Menggali Peluang Bisnis dengan Business Model Canvas (BMC).” Solikul Isnaini memperkenalkan BMC sebagai alat visual sederhana untuk merancang model bisnis dan mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi modern seperti Custom GPT “pakar BMC” untuk mengembangkan ide.

Materi ketiga kemudian disampaikan oleh Brian Gregory Adhihendra dengan topik “Creating Powerful Social Media Marketing for Business.” Brian menyoroti potensi besar media sosial di Indonesia dan memaparkan tiga kesalahan umum, yaitu membuat konten berdasarkan selera pribadi, membeli followers, dan kurangnya interaksi. Ia menekankan strategi STP (Segmenting-Targeting-Positioning) serta praktik algoritma Instagram yang memprioritaskan video vertikal tanpa watermark dan penggunaan CTA (call to action) yang optimal.

Narasumber dan Seluruh Peserta Sesi Pagi

Seminar sesi pagi ditutup dengan diskusi dengan peserta. Pada sesi ini, Kharisma, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, menanyakan langkah preventif agar bisnis tidak jatuh akibat kesalahan komunikasi di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Brian menjelaskan bahwa perencanaan konten yang cermat dan segera membuat klarifikasi terbuka jika terjadi kesalahan adalah langkah terbaik. Ia juga menambahkan bahwa media sosial dapat dimanfaatkan untuk memanajemen reputasi, misalnya dengan meminta ulasan objektif dari rekan. Sementara itu, Pemateri kedua (Solikul Isnaini) mengingatkan pentingnya memahami UU ITE dalam berbisnis digital dan menegaskan bahwa dalam prinsip muamalah, segala bentuk transaksi diperbolehkan selama tidak melanggar hukum dan nilai etika.

Diskusi bersama Mahasiswa

Sesi Siang: Branding dan Dokumentasi Visual
Sesi siang dilanjutkan pukul 13.25 WIB dengan moderator Vadilla Dian Aryana.

Pemateri keempat, Ziauddin Shacehdina Al Farudha, S.H., menyampaikan materi “Jenama Resep Gagal dalam Membangun Branding melalui Media Sosial.” Ia memaparkan lima penyebab utama kegagalan branding, termasuk tidak mengenal target pasar dan hanya asal posting tanpa rencana yang jelas.

Pemaparan materi Kita Sukses Building Brand

Materi terakhir disampaikan oleh Krisna Putra Pratama dengan judul “Mengenal Teknik Pengambilan Foto dan Video.” Krisna menjelaskan perbedaan antara foto dan video, serta memaparkan berbagai teknik fotografi (seperti point of interest dan komposisi) dan videografi. Ia juga menekankan pentingnya membuat skrip (opening, middle, closing) sebelum memproduksi konten.

Pemaparan Materi Pengambilan Foto dan Video Profesional

Mengakhiri seminar, Ziauddin dan Krisna berbagi cerita karier mereka, menegaskan bahwa kesuksesan berawal dari hobi, konsistensi, dan perluasan relasi melalui organisasi maupun kepanitiaan.
Seminar ditutup pada pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini diharapkan memperkuat peran santri dan mahasiswa Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta dalam membangun usaha yang tidak hanya inovatif tetapi juga taat hukum. (Fauzia)

Foto bersama pemateri dan peserta