Loading...

Mendorong Peran Laki-Laki dalam Feminisme melalui Bedah Buku Menjadi Laki-Laki Sekutu Feminis

Diterbitkan pada 9 Februari 2026 14:17 WIB

Baca

FASYA - Kelompok Studi Mahasiswa Literasi, Riset, dan Jurnalistik (KSM LIRIK) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) berkolaborasi dengan Komunitas Literasi Serambi Kata menggelar kegiatan bedah buku salah satu karya alumni Fakultas Syariah yaitu Muhammad Baha Uddin yang berjudul Menjadi Laki-Laki Sekutu Feminis yang berlokasi di CafeBaca Fakultas Syariah UIN Surakarta, pada hari Jumat, (06/02/2026).

Kegiatan bedah buku tersebut dilakukan untuk membakar semangat literasi anggota KSM LIRIK dan mahasiswa Fakultas Syariah UIN Surakarta serta menambah wawasan tentang gerakan feminism di Indonesia.

Sekilas, buku ini menyajikan peran laki-laki dalam menjadi sekutu feminis. Kehadiran buku ini menjadi tanda zaman, karena selain membahas bagaimana peran laki-laki dalam menjadi sekutu feminis, buku ini juga menceritakan tentang fenomena, peristiwa, atau tren media yang mengindikasi perubahan besar dalam masyarakat, agama, atau kondisi dunia, terutama apa yang terjadi di Indonesia. Sebagai salah satu pegiat media yang juga aktif di media sosial, penulis buku ini mampu menangkap tanda zaman itu lalu dituangkan menjadi tulisan reflektif yang apik dan menarik untuk dibaca dan dibahas.

Kegiatan ini dibuka oleh Islakhul Muttaqin, selaku pengurus komunitas literasi Serambi Kata. Kemudian, kegiatan dilanjutkan oleh Hendrik Kurniawan, selaku moderator dalam kegiatan ini sekaligus memantik diskusi tentang bagaimana gerakan feminis hari berkembang di Indonesia. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan buku yang dipandu oleh Roudhotul Jannah selaku pembedah dikegiatan ini.

Roudhotul Jannah merupakan lulusan Fakultas Syariah UIN Surakarta yang juga sebagai dosen di UIN Surakarta. Beliau aktif menjadi duta damai Jawa Tengah, Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Jawa Tengah, dan Koordinator Young Progressive Academy Indonesia Alumnae.

Dalam penyampaiannya, laki-laki tidak harus menjadi seorang feminis tetapi bisa menjadi sekutu feminis. Tulisan yang disajikan dalam buku ini sangat menarik untuk dibaca dan dibahas di forum-forum diskusi kampus. Selain mendukung gerakan kesetaraan, buku ini juga mengajak laki-laki agar terlibat secara aktif untuk berpartisipasi mengakhiri segala bentuk kekerasan terhadap siapapun, dan apapun latar belakangnya. Menurut Roudhotul Jannah diksi-diksi yang disajikan penulis sangat sarat akan makna seakan penulis membawa para pembaca terhadap peristiwa yang belakangan ini terjadi tetapi dengan sudut pandang yang berbeda.

Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan oleh penulis buku ini yaitu Muhammad Baha Uddin yang juga merupakan lulusan Fakultas Syariah UIN Surakarta dan sekarang tengah melanjutkan studinya di Magister Hukum Litigasi Universitas Gajah Mada. Setiap pekan Baha Uddin bergiat di Komunitas Serambi Kata. Beberapa karya-nya pernah tampil di Solopos, Alif.id, Mubadalah.id, Harakatuna.com, Damarku.id, rahma.id, Semilir.co, dan nisa.co.id.

Dalam presentasinya Muhammad Baha Uddin, menyampaikan bahwa buku ini menarik sejak dari judulnya. Laki-laki tidak harus menjadi seorang feminis bahkan laki-laki tidak harus bergabung kedalam organisasi gerakan feminisme. Baha Uddin juga menambahkan bahwa buku ini adalah respons dari peristiwa-peristiwa yang sempat terjadi di Indonesia serta beberapa tradisi yang justru membatasi para perempuan untuk melakukan sesuatu.

Kegiatan dilanjut dengan sesi diskusi, beberapa peserta antusias bertanya dan berpendapat. Salah satu peserta berpendapat bahwa laki-laki dan perempuan haruslah bekerja sama satu sama lain. Contoh seorang istri  yang seringkali membagi tugas rumah tangga dengan suaminya. Hal ini dapat menjadi sebuah referensi bagaimana membangun keluarga yang setara satu sama lain.

Kegiatan ditutup oleh moderator dan dilanjutkan dengan sesi foto Bersama. Dengan terlaksana kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat termotivasi untuk lebih giat dan aktif dalam menyerukan gerakan feminisme. Serta sadar akan kesetaraan gender yang harus terus dijunjung tinggi. (Rafly KSM Lirik/ Ed. smn)

 

Let’s join us!
Fakultas Unggul

_____

Find us:

 

#uinsurakarta
#fakultassyariahuinsurakarta
#fakultasunggul
#DariFASYAuntukBangsa
#ayoookuliahdifasyauinrmsaidsurakarta