Loading...

Menjadi 50 Pemuda Terpilih: Catatan Perjalanan Menuju Bootcamp Antikorupsi Nasional SINTESIS 2026

Diterbitkan pada 14 Juli 2026 15:08 WIB

Baca

Oleh: Achmad Faiq Ramadhan

"Perjalanan ini mengajarkan bahwa integritas bukan hanya tentang melawan korupsi, tetapi tentang bagaimana kita bertahan dalam setiap proses dengan kejujuran, kerja keras, dan komitmen."

Pada 12 Mei 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi membuka pendaftaran Bootcamp Antikorupsi Nasional SINTESIS (Sinergi Integritas Muda Indonesia) Tahun 2026. Saat melihat pengumuman tersebut, saya menyadari bahwa ini bukan program pelatihan biasa. Program ini mencari individu-individu yang selama ini telah menunjukkan komitmen terhadap integritas dan memiliki gagasan untuk menciptakan perubahan di lingkungannya.

Yang menarik, peserta SINTESIS tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa. Program ini terbuka bagi berbagai latar belakang profesi dan aktivitas, mulai dari mahasiswa, dosen, guru, advokat, pegawai kantor, aktivis organisasi, komunitas, hingga pemuda dari berbagai sektor yang memiliki kepedulian terhadap gerakan antikorupsi. Hal inilah yang menjadikan kompetisi semakin ketat sekaligus memperkaya perspektif para peserta.

Tahap pertama bukan sekadar mengisi formulir pendaftaran. Setiap peserta diwajibkan menyusun Curriculum Vitae sesuai format yang telah ditentukan panitia, kemudian mengumpulkan portofolio aksi integritas selama tiga tahun terakhir. Portofolio tersebut harus menunjukkan rekam jejak nyata melalui berbagai kegiatan, seperti pendidikan antikorupsi, pengabdian masyarakat, kepemimpinan organisasi, advokasi, seminar, pelatihan, maupun aktivitas lain yang mencerminkan nilai-nilai integritas.

Tantangan terbesar justru hadir pada persyaratan berikutnya. Setiap peserta harus menyusun Rencana Aksi Integritas, bukan sekadar ide atau konsep di atas kertas, tetapi sebuah program yang benar-benar dapat dilaksanakan setelah mengikuti SINTESIS. Dalam panduan yang diberikan KPK, rencana aksi harus bersifat orisinal, kontekstual, realistis, implementatif, inovatif dan berkelanjutan, dengan tujuan menjawab persoalan integritas di lingkungan masing-masing. Aksi tersebut dapat diterapkan di kampus, sekolah, organisasi, komunitas, masyarakat, maupun melalui media sosial.

Bagi saya, proses penyusunan dokumen-dokumen tersebut menjadi refleksi yang mendalam. Saya tidak hanya diminta menunjukkan apa yang pernah saya lakukan, tetapi juga ditantang untuk memikirkan kontribusi nyata yang akan saya berikan setelah program selesai.

Setelah seluruh dokumen dinyatakan memenuhi persyaratan, tibalah pengumuman seleksi administrasi pada 29 Mei 2026. Alhamdulillah, saya berhasil melangkah ke tahap berikutnya.

Perjuangan belum selesai. Saya kemudian mengikuti wawancara daring yang dilaksanakan pada 2–5 Juni 2026.

Pada tahap ini, kemampuan berpikir kritis, komitmen terhadap integritas, pengalaman organisasi, kepemimpinan, hingga motivasi mengikuti SINTESIS diuji secara mendalam oleh tim seleksi.

Pada 10 Juni 2026, hasil seleksi wawancara diumumkan. Alhamdulillah, saya kembali dinyatakan lolos. Namun, pada tahap ini kompetisi semakin ketat karena dari ribuan pendaftar yang mengikuti proses seleksi sejak awal, hanya 100 peserta terbaik dari berbagai latar belakang yang berhasil melaju ke tahap berikutnya. Mereka terdiri dari mahasiswa, dosen, advokat, pegawai instansi, aktivis organisasi, pegiat komunitas, hingga profesional muda dari berbagai daerah di Indonesia. Berada di antara 100 peserta tersebut menjadi pengalaman yang sangat membanggakan sekaligus menjadi pengingat bahwa proses selanjutnya akan jauh lebih menantang.

Seratus peserta terpilih kemudian mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Interaktif dan Penyusunan Rencana Aksi Integritas yang berlangsung pada 12–26 Juni 2026. Pada tahap ini, kami tidak hanya menerima materi mengenai nilai-nilai integritas dan kepemimpinan, tetapi juga mendapatkan pendampingan intensif dalam menyempurnakan Rencana Aksi Integritas yang sebelumnya telah disusun.

Setiap peserta didorong untuk menghasilkan sebuah program yang tidak hanya inovatif, tetapi juga realistis, dapat diimplementasikan, serta memberikan dampak nyata bagi lingkungan masing-masing.

Setelah melalui proses pembelajaran tersebut, seluruh peserta kembali mengikuti tahapan Presentasi Rencana Aksi Integritas pada 29 Juni–1 Juli 2026. Di hadapan para penilai, setiap peserta mempresentasikan gagasan yang telah disusun dan mempertanggungjawabkan relevansi, keberlanjutan, serta potensi dampaknya. Tahap ini menjadi penentu akhir karena hanya peserta dengan rekam jejak, komitmen, rencana aksi terbaik dan nilai tertinggi yang akan dinyatakan lolos mengikuti Bootcamp Antikorupsi Nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Bandung.

Hingga akhirnya, pada 7 Juli 2026, penantian panjang itu berakhir. Dari 100 peserta terbaik yang mengikuti tahapan akhir, hanya 50 orang yang dinyatakan lolos sebagai peserta Bootcamp Antikorupsi Nasional SINTESIS 2026.

Ketika nama saya diumumkan sebagai salah satu peserta terpilih, saya menyadari bahwa kelulusan ini bukanlah akhir dari perjuangan. Justru inilah awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi bagian dari gerakan membangun budaya integritas di Indonesia. Bagi saya pribadi, kesempatan ini bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga amanah untuk membawa nama baik UIN Raden Mas Said Surakarta, khususnya Fakultas Syariah, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa mampu bersaing di tingkat nasional melalui dedikasi, rekam jejak, dan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Saya berharap tulisan ini dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta agar tidak ragu mengikuti berbagai program nasional. Jangan pernah merasa minder dengan asal kampus atau latar belakang. Persiapkan diri, bangun rekam jejak melalui organisasi dan pengabdian masyarakat, beranilah mengambil peluang, serta terus berkarya.

Karena pada akhirnya, kesempatan tidak selalu diberikan kepada mereka yang paling hebat, tetapi kepada mereka yang berani mencoba, terus belajar, dan konsisten menunjukkan integritas melalui tindakan nyata.

Pemuda Beraksi, Berantas Korupsi

 

Let’s join us!
Fakultas Unggul

_____

Find us:

 

#uinsurakarta
#fakultassyariahuinsurakarta
#fakultasunggul
#DariFASYAuntukBangsa
#ayoookuliahdifasyauinrmsaidsurakarta