Loading...

Partisipasi Dosen MAZAWA UIN Surakarta Dalam World Zakat And Waqf Forum

Diterbitkan pada 5 November 2024 08:27 WIB

Baca

FASYA-Pada hari Jumat, (01/11/2024) Program Studi Mazawa yang diwakili oleh Koordinator Program Studi Mazawa Betty Eliya Rokhmah, S.E., M.Sc. mengikuti acara yang diselenggarakan World Zakat and Waqf Forum. Acara diselenggarakan di Jakarta Convention Centre (JCC) dengan diikuti peserta dari 43 negara di seluruh dunia. Acara ini diselenggarakan secara paralel dan bekerja sama dengan Indonesian Shariah Economic Festivel (ISEF). Dalam pembukaan acara ini disampaikan pentingnya zakat dan wakaf sebagai nilai universal terkait solidaritas ekonomi. Zakat dan wakaf mempunyai peran yang strategis dan berkontribusi besar dalam peningkatan taraf ekonomi masyarakat dunia. Hal ini tentunya sangat mendukung perwujudan SDGs (Sustainable Development Goals). Salah satu contohnya adalah pemanfaatan wakaf dunia seperti di Al Azhar Mesir. Pemanfaatan wakaf ini tidak hanya merambah dalam satu sektor saja tapi bisa meningkatkan berbagai sektor kehidupan masyarakat. Tentunya semua itu membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, akademisi, praktisi, maupun masyarakat umum. World Zakat and Waqf Forum juga turut menyajikan ASEAN Islamic Public University Summit (AIPUS) 2024. Tujuan AIPUS adalah sebagai platform bagi akademisi yang berasal dari universitas di seluruh dunia untuk saling berbagi ide dan kolaborasi penelitian di bidang zakat dan wakaf. AIPUS diharapkan dapat menjadi ajang kolaborasi dan inovasi dalam pengembangan zakat dan wakaf serta berbagai sektor keuangan Islam. Kegiatan ini dibagi menjadi 3 sesi. Sesi 1 Exploring innovations and opportunities in zakat and waqf among Islamic ASEAN Islamic Universities. Dalam sesi ini dipaparkan beberapa inovasi dan peluang terkait zakat dan wakaf dari negara-negara ASEAN. Di antaranya yang menyampaikan adalah perspektif dari Indonesia yang diwakili dari UIN Sunan Ampel, Malaysia diwakili INCEIF University, dan Brunei Darussalam dari UNISSA. Sesi 2 Industrial Best Practices of Zakat & Waqf Research and Innovations. Dalam sesi ini dipresentasikan praktik terkait zakat dan wakaf di beberapa negara ASEAN. Sesi paralel ini menampilkan presenter dari BWI, Baznas, dan Yayasan Wakaf Malaysia. Sesi 3 Determining Common Focus Areas and Potential Mutual Recognition of Programs. Dalam sesi terakhir ini menampilkan beberapa pembicara sekaligus untuk meningkatkan kerja sama dan kolaborasi terutama terkait Zakat Waqf Online University. Beberapa pembicara tersebut adalah Dr. Prayudhi Azwar (Peneliti Senior, Pusat Riset Bank Indonesia - Bank Indonesia Institute), Prof Madya Dr. Yusuf bin Haji Othman, Deputy Dean, Postgraduate Studies, Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah Int'l Islamic University (Malaysia), Prof. Dr. Raditya Sukmana, SE., MA (Airlangga University), Dr. Mohamed Aslam Akbar (International Islamic University Malaysia), Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP. (Tazkia Islamic University), Assoc. Prof. Irfan Syauqi Beik (IPB University), dan yang terakhir adalah Prof. Dr. Abdul Ghaffar Ismail (The National University of Malaysia). Dari ketiga sesi yang memaparkan inovasi, praktik industrial, serta peningkatan kerja sama dan kolaborasi antar universitas di seluruh dunia merupakan contoh tepat bagi Prodi Mazawa untuk semakin berkembang dan turut menciptakan inovasi dalam teori dan praktik terkait zakat dan wakaf, tentunya dengan turut meningkatkan kerja sama tidak hanya secara nasional tetapi juga internasional. Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Toto Suharto mendukung penuh keterlibatan Prodi Mazawa dalam setiap event internasional untuk dapat meningkatkan rekognisi perguruan tinggi serta pencapaian glokalisasi. (Betty)