
FASYA – Monitoring dan evaluasi (monev) merupakan bagian penting dalam memastikan kualitas layanan mediasi di lingkungan peradilan tetap terjaga dan terus meningkat. Pengadilan Agama (PA) Sukoharjo, sebagai salah satu lembaga peradilan yang secara aktif menangani perkara ekonomi syariah, keluarga, dan sengketa perdata lainnya, kembali melaksanakan kegiatan monev mediator nonhakim sebagai upaya memperkuat fungsi mediasi di wilayah hukumnya.
Kegiatan monev tersebut dilaksanakan pada Selasa, (9/12/2025), mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Pertemuan Pengadilan Agama (PA) Sukoharjo. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan mediator nonhakim, termasuk Subiyanto Nugroho, S.H.I., S.Pd.Si., selaku Ketua Pengadilan Agama Sukoharjo, Abdullah Tri Wahyudi, S.Ag., S.H., M.H., CM., selaku mediator nonhakim sekaligus Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta), serta para mediator lain yang bertugas di PA Sukoharjo.
Dalam sambutannya, Subiyanto Nugroho, S.H.I., S.Pd.Si., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kinerja para mediator nonhakim. Ia menegaskan bahwa tingkat keberhasilan mediasi di PA Sukoharjo menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Peningkatan ini, menurutnya, merupakan hasil dari dedikasi, ketekunan, dan profesionalitas para mediator dalam menangani berbagai sengketa yang masuk ke meja mediasi.
Ketua PA Sukoharjo tersebut juga menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas mediasi. Ia mengingatkan bahwa skor penilaian keberhasilan mediasi oleh Mahkamah Agung bukan hanya sekadar angka, tetapi menjadi representasi kualitas layanan peradilan serta kredibilitas institusi di mata publik. Oleh karena itu, Subiyanto Nugroho mendorong agar para mediator terus mempertahankan integritas dan meningkatkan keterampilan dalam mengelola konflik.
Menanggapi arahan tersebut, Abdullah Tri Wahyudi, S.Ag., S.H., M.H., CM., memberikan respons positif. Sebagai mediator nonhakim sekaligus Ketua LKBHI UIN Surakarta, ia menyatakan bahwa apresiasi dari Ketua PA menjadi motivasi bagi seluruh mediator untuk terus memberikan kinerja terbaik. Atas nama para mediator nonhakim dari LKBHI UIN Surakarta, Abdullah Tri Wahyudi menegaskan komitmen untuk menjaga profesionalitas dan berupaya meningkatkan angka keberhasilan mediasi pada periode-periode berikutnya. Ia juga menilai bahwa dukungan dari PA Sukoharjo menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim kerja yang produktif dan harmonis.
Setelah rangkaian diskusi yang konstruktif dan penuh semangat pengembangan kualitas, kegiatan monev ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan simbol kebersamaan dalam meningkatkan layanan mediasi di masa mendatang. Sesi ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi antara mediator nonhakim, lembaga peradilan, dan instansi pendukung lainnya merupakan kunci keberhasilan dalam menyelesaikan sengketa secara damai dan bermartabat.
Kegiatan monev tersebut menunjukkan bahwa PA Sukoharjo terus berkomitmen membangun sistem mediasi yang efektif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan kerja sama yang kokoh dan semangat untuk berbenah, keberhasilan mediasi diharapkan terus meningkat, memberikan manfaat luas bagi para pencari keadilan. (RS/ Ed. smn)
SK Dekan Fakultas Syariah Pedoman Pencetakan Buku Daras 2026
2 hari yang lalu - InformasiJadwal Pelaksanaan Seminar Proposal Artikel Bulan Juni Tahun 2026
2 hari yang lalu - InformasiJadwal Pelaksanaan Seminar Proposal Skripsi Bulan Juni Periode #2 Tahun 2026
2 hari yang lalu - Informasi